Mamuju — Sebuah kecelakaan lalu lintas mengusik ketenangan warga di Mamuju, Sulawesi Barat. Sebuah Toyota Fortuner berpelat dinas yang diketahui milik Pemerintah Kabupaten Mamuju menabrak sebuah warung dan dua orang warga, setelah dikemudikan oleh seorang anak baru gede (ABG). Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan kendaraan dinas serta keselamatan publik di jalan raya.

Benturan tersebut merusak bangunan warung dan menyebabkan dua warga mengalami luka. Warga sekitar segera memberikan pertolongan awal sambil menunggu aparat datang ke lokasi.

Detik-Detik Kejadian

Menurut keterangan warga, kendaraan melaju dari arah jalan utama sebelum kehilangan kendali dan menghantam warung di tepi jalan. Suara benturan keras mengundang perhatian sekitar. Dalam situasi panik, warga berupaya mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi agar tidak terjadi kecelakaan susulan.

Petugas kepolisian setempat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan status pengemudi.

Keamanan Publik dan Kendaraan Dinas

Kecelakaan ini menyorot isu keamanan publik terkait penggunaan kendaraan dinas. Kendaraan milik pemerintah sejatinya digunakan untuk kepentingan kedinasan dan dioperasikan oleh pengemudi yang memenuhi syarat. Ketika kendaraan tersebut berada di tangan pihak yang belum layak mengemudi, risikonya tak hanya merugikan aset negara, tetapi juga mengancam keselamatan warga.

Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan penelusuran internal untuk memastikan bagaimana kendaraan tersebut bisa digunakan oleh pihak yang tidak berwenang. Langkah evaluasi dan pengetatan pengawasan menjadi kebutuhan mendesak agar kejadian serupa tidak terulang.

Human Interest: Korban dan Keluarga

Di balik berita kecelakaan, ada kehidupan yang terdampak. Pemilik warung kehilangan tempat usaha yang menjadi sumber penghidupan, sementara korban luka harus menjalani perawatan dan pemulihan. Warga sekitar bergotong royong membantu membersihkan puing dan menenangkan keluarga korban—sebuah potret solidaritas yang kerap muncul di tengah musibah.

Dalam kasus yang melibatkan pengemudi di bawah umur, pendekatan kemanusiaan tetap diperlukan. Proses hukum berjalan, namun perlindungan hak anak dan pendampingan psikologis menjadi bagian penting dari penanganan.

Proses Hukum dan Evaluasi

Polisi menegaskan penyelidikan dilakukan secara profesional dan berimbang. Fokus utama adalah memastikan keselamatan korban, mengungkap fakta secara utuh, serta menentukan langkah hukum sesuai aturan yang berlaku. Pemeriksaan juga mencakup pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan kendaraan dinas tersebut.

Menjaga Jalan Tetap Aman

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak—orang tua, instansi pemerintah, dan masyarakat—tentang pentingnya tanggung jawab kolektif di jalan raya. Keselamatan bukan hanya soal keterampilan mengemudi, tetapi juga kepatuhan pada aturan dan pengawasan yang konsisten.

Di Mamuju, warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Jalan yang aman lahir dari disiplin, empati, dan tanggung jawab, agar ruang publik tetap menjadi tempat yang melindungi, bukan mencederai.

By admin